Oleh: Hendra | 27 Maret 2010

Untung Apa Sial?

Oleh: Hairil

Aku seorang anak yang selalu diperhatikan, aku tinggal dengan orang tuaku. Hidupku cukup sederhana tidak seperti teman-temanku yang selalu berkecukupan. Seperti biasa, setiap pagi minggu saya bangun lebih cepat dari biasanya. Karena ingin mengikuti kegiatan rutin di desa yaitu lari pagi seperti biasa, sebelum memulai kami berumpul dulu dengan teman-teman.

Tiba saatnya, semua temanku sudah berkumpul kami pun berniat untuk memulai lari pagi. Suara tawa, musik mengiringi langkah kami. Tidak jauh kami berlari tiba-tiba, temanku berhenti. “Hey, lihat ada uang!” kata Udin. “Iya, sini biar ku ambil,” sahutku. Aku pun mengambil uang tersebut. “Eh, bagi-bagi ya!” kata salah satu temanku. “Iya, iya!” sahutku. kemudian kami pun melanjutkan. Tidak lama kemudian, kami bertemu dengan rombongan cewek yang melakukan kegiatan seperti kami yaitu lari pagi. “Hey, lihat ada cewek!” kata Udin. “Iya!” sahut teman-temanku.

Terus berlari, itu yang kami lakukan. Tapi mata tak berhenti memandangi cewek-cewek yang sedang lari. Tiba-tiba, hal yang tidak diinginkan pun terjadi. Udin terjatuh, dan aku pun ikut terjatuh. “Aduh, kakiku” kata kami serempak. “Kenapa?” kata Herman. “Aduh, aduh, aduh” jeritan aku dan Udin tak berhenti.

Kami memutuskan untuk berstirahat. “Man, sini!” kataku. “Ada apa?” kata Herman. “Tolong belikan kami obat, ini uangnya!” kataku. “OK!” jawab Herman. Sambil menunggu Herman kami bernyanyi, walaupun kaki rasa capek bercampur sakit semangat kami tidak putus. Tak lama kemudian datanglah Herman. “Ini obatnya!” kata Herman. “Iya, makasih!” jawabku. Aku dan Udin langsung memberi obat pada luka di kaki.

Setelah kaki kami diobati, kami pun berbalik arah menuju ke arah pulang. Sesampai di rumah saya langsung pergi ke kamar dan beristirahat. Karena saya terlalu capek dan sakit saya tidak bisa tidur. Sambil terbayang-bayang dibenakku kejadian waktu lari pagi tadi. Aku pun berkata, “untung apa sial?” sambil ku merenung dan berkata lagi, “padahal dapat uang lima ribu, tapi habis buat beli obat!.” Dunia, dunia, kadang kadang membuat aku bingung,” kataku.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: