Oleh: Hendra | 1 Juni 2011

Permasalahan Biaya Pulsa DPR

Rp151 Miliar hanya untuk Biaya Pulsa DPR

Liputan6.com, Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR menyatakan tidak benar adanya anggaran untuk isi pulsa anggota Dewan, namun yang ada yaitu biaya langganan pulsa untuk SMS gateway sebesar Rp96 juta.

“Tidak benar ada anggaran untuk pulsa seperti yang disampaikan oleh LSM Fitra, anggaran sebesar Rp96 juta tersebut diperuntukkan untuk menyampaikan informasi dan pemberitahuan kegiatan rapat-rapat Dewan,” kata Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan Adil Rusli saat diminta tanggapannya soal anggaran uang isi pulsa di Gedung DPR, Rabu (12/5).

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Pengelolaan data dan Informasi (P3DI) DPR RI Damayanti. Dia mengatakan SMS gateway bertujuan memberikan undangan atau informasi perihal agenda persidangan rapat-rapat DPR RI, bukan diperuntukkan untuk SMS pribadi maupun anggaran pulsa. “Pemberitahuan keseluruhan mengenai kegiatan dewan dan anggaran setahun itu Rp96 juta, namun sampai sejauh ini dari bulan Januari-April, anggaran baru terserap sebesar Rp 15.254.458,” katanya.

Damayanti menambahkan, untuk anggota pribadi tidak ada anggaran untuk isi pulsa. Semuanya diperuntukkan benar-benar untuk lembaga. Kadang-kadang memberitahu rapat bisa dengan surat, SMS begitu juga diperuntukkan bagi Alat kelengkapan Dewan. Anggaran SMS gateway, kata dia, sudah ada dari tahun 2010 dan rencananya ke depan akan memberlakukan SMS pengaduan masyarakat.

Sebelumnya LSM FITRA menuding adanya anggaran ganda pada DPR. Misalnya, lembaga itu mencatat, tiap kali reses ada dana isi pulsa pribadi anggota DPR dari alokasi anggaran reses adalah Rp. 20 juta. Selain itu anggota DPR juga mendapat uang isi pulsa setiap bulan Rp. 14 juta untuk satu orang anggota Dewan. Artinya, ada dana alokasi isi pulsa tiap anggota DPR sebesar Rp.168 juta per tahun. (Ant/ARI)

Mediaindonesia.com, FORUM Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Rabu (11/5), merilis sebuah keterangan miring soal kelakukan anggota DPR. Fitra memperkirakan uang isi pulsa wakil rakyat itu setiap tahunnya menghabiskan dana sebesar Rp151 miliar. Berikut siaran pers Fitra yang diterima Mediaindonesia.com.

Masa reses anggota DPR ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing telah usai. Bagi anggota DPR, reses pada benak mereka berarti untuk sementara berhenti bersidang di senayan; ada juga yang melakukan untuk jalan-jalan ke luar negeri, tentu dengan mempergunakan uang negara;  ada juga yang sekedar berkunjung ke dapil masing-masing, dengan mengadakan acara seremonial seperti seminar, diskusi, tentu untuk menghabiskan uang reses, dan bukan untuk mempertanggungjawaban tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat kepada konstiuen, tetapi lebih banyak ‘berkhotbah’, menceramahi konstituen sendiri biar dilihat lebih pintar dimata para konstituen.

Sekarang, saatnya tinggal menikmati sisa kelebihaan anggaran reses yang diperoleh dari anggaran reses. Bagimana tidak menikmati kelebihaan sisa anggara reses? Dimana anggaran pada tahun 2011, anggaran reses naik  sebesar 7%. Dimana anggaran reses pada tahun 2010 sebesar Rp230 miliar, dan pada tahun 2011, anggaran reses menjadi Rp248 miliar.

Dengan kenaikan anggaran reses ini, kami dari seknas FITRA mempunyai beberapa catatan sebagai berikut:

1. Anggaran penyerapan aspirasi atau reses untuk setiap anggota DPR pada tahun 2010 sebesar Rp411 juta pertahun. Sedangkan pada tahun 2011, anggaran reses untuk setiap anggota DPR sebesar Rp442 juta pertahun.

Rincian anggaran reses ini adalah, anggaran untuk satu orang DPR untuk bertemu konstituen pada tahun 2010 sebesar Rp309 juta pertahun untuk 5 kali reses, dan anggaran untuk komunikasi  atau isi pulsa HP pribadi anggaran DPR sebesar Rp102 juta pertahun untuk 5 kali reses.

Sedangkan anggaran untuk satu orang DPR untuk bertemu konstituen pada tahun 2011 sebesar Rp340 juta pertahun untuk 5 kali reses, dan anggaran untuk komunikasi  atau isi pulsa HP pribadi anggaran DPR sebesar Rp102 juta pertahun untuk 5 kali reses.

2. Anggaran komunikasi atau isi pulsa HP Pribadi anggota DPR ini memang terlalu berlebihan atau bisa juga disebut bahwa DPR dengan begitu sadar melakukan double anggaran terhadap anggaran isi pulsa pribadi yang diambil dari anggaran negara.

Dimana, anggaran isi pulsa pribadi anggota DPR, selain mendapat dari alokasi anggaran reses sebesar Rp20 juta untuk satu kali reses, anggota DPR juga mendapat uang isi pulsa untuk setiap bulan sebesar Rp14 juta untuk satu orang anggota DPR, dan untuk setiap tahun, alokasi isi pulsa anggota DPR sebesar Rp168 juta.

3. Dengan demikian, total uang isi pulsa setiap anggota DPR sebesar Rp270 juta pertahun. Atau pajak rakyat harus menyediakan total alokasi anggaran isi pulsa anggota DPR sebesar Rp151 miliar pertahun hanya untuk membayar pulsa sebanyak 560 anggota DPR.

Uang pulsa ini sangat mubajir, sangat berlebihan, dan kelihatan uang pulsa ini masuk pada kantong pribadi anggota dewan untuk melampiskan hasrat hedonisme mereka saja. Dimana, kalau untuk setiap bulan, anggota DPR menghabiskan rata-rata anggaran isi pulsa sebesar Rp22 juta perbulan untuk satu orang anggota DPR. Alokasi anggaran ini memang tidak adil karena, untuk saat ini saja, masyarakat miskin sangat kesulitan untuk memperoleh uang nafkah sehari-hari mereka sebesar Rp10.000 hanya kebutuhan uang makan mereka saja.

4. Anggaran  penyerapan aspirasi atau reses, dan termasuk uang isi pulsa HP anggota dewan selama ini tidak memiliki akuntabilitas yang jelas, karena anggota DPR mendapatkan gelondongan anggaran reses tanpa mempertanggungjawabkan aspirasi apa yang diperoleh selama reses.

Dari persoalan diatas, kami dari seknas FITRA meminta kepada DPR agar mengembalikan uang isi pulsa karena ada double angggaran, dan menolak kenaikan anggaran reses untuk anggaran reses pada tahun 2012.

Jakarta, 11 Mei 2011
Uchok Sky Khadafi
Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA

Lampiran Anggaran Reses DPR pada tahun 2010 – 2011

No

Uraian

Anggaran

2010

2011

1

Kunjungan Kerja DN Perorangan

173.166.362.000

190.900.542.000

2

Penyerapan Aspirasi Masyarakat dalam rangka peningkatan komunikasi intensif

57.162.000.000

57.162.000.000

Jumlah

230.328.362.000

248.062.542.000

Sumber seknas FITRA diolah dari DIPA 2010, dan 2011 anggaran Dewan

About these ads

Responses

  1. Hahaha. . . Kalo gitu, aku mau jual pulsa buat para DPR aja, bakalan kaya aku!cihui

    • oh iya,,bener juga tuh. he..

  2. ini berita masih simpangsiur kali ya :)
    kalau benar pun mudah2an kerja mereka jadi lebih baik karena dapat fasilitas keren

    • amien..

  3. iya, amienn..
    thanks udah mampir di tempat saya.

  4. And all of these are: semuanya didapat dari duit rakyat. Tp kalo aq yg jadi Presiden, gak sembarangan dulu nandatangani RAPBN kalo jadinya cuma buat ‘proyek hambur2′, tanpa pretensi politis. Ah, tapi ini kan omongan orang kecil yg kecewa..ha ha ha!

    • tapi mas kalau satu lawan banyak pasti yang menang orang banyak. he..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: