Oleh: Hendra | 30 Maret 2010

Seharusnya Kau Pergi….

Oleh: Yuliana Farida

Aku nggak tau, maunya kamu itu apa. Udah jelas-jelas Fery itu suka banget sama kamu, sayang dan perhatian. Kenapa sih kamu putusin, Tanya Jeni yang nggak habis pikir tentang kelakuan Ega.

Aku nggak suka sama dia, jawab Ega lantang. Kalau kamu nggak suka, kenapa kamu terima dari awal, waktu dia nembak kamu? Yah…., aku kan nggak tau sikap dan sifat dia kayak itu. Ternyata udah dijalanin, ku merasa nggak cocok aja sama dia. Tapikan kalian baru sebulan jalan bareng. Kamu butuh waktu Ga, agar kamu tau banyak tentang Fery. Duh……Jen. Waku sebulan itu cukup lama. Mau berapa lama lagi sih? Lagian aku sudah bosan sama dia.

Kamu nggak boleh begitu Ga. Fery itu orangnya baik. Salah apa sih dia sama kamu? Pokoknya aku nggak setuju sama kamu putus sama dia. Loh….kok jadinya kamu yang sewot? Ya udah, kamu aja yang pacaran sama dia. Atau jangan-jangan kamu naksir sama Fery, makanya ngebelain dia. Bukan gitu Ga! Lantas? Aku nggak mau kamu kena batunya. Aku ini sahabat kamu  aku nggak ingin terjadi apa-apa sama kamu.

Duh…..perhatiannya. tenang aja Jen, nggak akan terjadi apa-apa sama aku. Iya, aku percaya, Ga. Sejak Irgi pergi dari kamu, kamu tu banyak berubah. Ega yang dulu nggak pernah nyakitin perasaan oaring lain, Ega yang selalu setia, Ega yang penuh warna hidup.

Ah….sudah Jen, semua itu masa lalu. Lupakan saja Ega yang dulu, meskipun sikapku sudah berubah. Dan aku rasa soal Irgi nggak perlu dibahas lagi deh. Tapi Irgi kan yang buat kamu jadi seperti ini Ga. Aku kasian sama kamu. Kamu nggak perlu kasiani aku, aku nggak papa Jen. Kamu nggak perlu bohong Ga. Kamu itu menderita karena orang yang paling kamu sayangi ninggalin kamu tanpa membuat keputusan apa pun. Aku kenal baik sam kamu Ga. Aku mau kamu lupain Irgi.

Ega terdiam. Sejurus diresapnya kata-kata Jeni barusan. Jeni memang benar, Ega harus membuang jauh-jauh masa lalu dan membuka kehidupan untuk kebahagiaan. Irwan, Doni, Jay, Boy, Tomi dan Fery salah apa mereka? Tanpa diduga oleh Jeni, Ega memeluknya dengan erat. Gadis itu menangis dipelukkan sahabatnya. Tapi aku nggak bisa Jen. Aku nggak bisa lupain Irgi. Aku cinta mati sama dia, ujar Ega disela isak tangisannya. Sss…sst, kamu pasti bisa. Ingat Ega, cinta sejati itu adalah cinta kepada Tuhan. Kamu coba ya……

Ega menuruti menerima Jeni untuk menerima kembali. Memang dia sayang bangat sama Ega. Ega berharap keputusan yang diambilnya kali ini bukan merupakan kesalahan seperti yang dilakukannya saat dia menerima Irgi.

Biar pun Fery sudah begitu baiknya, Ege tetpa saja belum bisa menerima Fery sepenuhnya menjadi bagian hidupnya. Menurutnya, posisi Irgi belum bisa digantikan oleh siapa pun termasuk Fery. Fery mengajak Ega ke sebuah kafe. Suasana kafe yang cukup romantis sangat tepat untuk ferymengungkapkan semua perasaan ke Ega. Ga, aku nggak tau dan entah apa lagi yang bisa ku lakukan untuk meyakinkan kamu, kalau aku benar-benar serius sama kamu. Aku ngerti kok, kalau hati kamu bukan untuk aku. Aku nggak bisa menggantikan posisi Irgi dihati kamu. Irgi…? Kok kamu tau?.

Jeni sudah banyak cerita tentang kamu. maaf, mungkin aku terlalu lancing tau tentang kamu. Tapi ini aku lakukan karena aku bingung dengan sikap kamu. Kita sudah hampir dua bulan pacaran, tapi nggak seperti orang pacaran lazimnya. Aku sadar Ga, aku nggak akan bisa ngebahagiain kamu.

Fery menarik nafas dalam-dalam. Aku nggak perduli perasaan kamu ke aku seperti apa, tapi kamu harus tau aku benar-benar sayang sama kamu, aku cinta kamu Ga. Street……..!! tanpa diduga jus tomat Ega tumpah, sehingga membasahi jeans yang dikenakan Ega.

Kok bisa gini Ga? Kamu sih melamun saja, kata Fery sembari membershkan celana Ega dengan tisu. Ega membiarkan fery melakukan itu. Nggak biasanya dia seperti itu. Dah selesai, kata Fery. Ega kaget. Berarti dari tadi Fery membersihkan celananya, Ega terus melamun. Thanks ya Fer. Duh…..jadi nggak enak nih. Nggak papa Ga.

Aku ke toilat sebentar ya Fer. Ega ke toilet yang berada disebelah kanan pintu keluar. Oh, Tuhan……, kenapa aku selalu deg-degan terus bila dekat sam Fery, padahal sebelumnya nggak begitu. Dia baik banget, aku nggak tega kalau nyakitin dia. Mungkin Jeni benar, aku harus terima Fery jadi soulmateku, dan aku akan berusaha belajar mencintainya, pikir Ega dalam hati.

Ketika mau masuk ke toilet, tiba-tiba mata Ega terbentur dengan sosok yang nggak asing lagi buatnya. Irgi……..? Ega…….? Kenapa ada di sini? Kamu sendiri? Aku lagi makan bareng sama teman. Dengan siapa kemari? Dengan pacar kamu? Bussyet Irgi ngeledek atau serius. Nggak, teman. Kamu masih sendiri Ga? Iya. sama dong kalau gitu.

Kenapa ya aku nggak merasakan hal yang sama pada Irgi seperti yang ku rasakan waktu dengan Fery, pikirku. Berarti aku bisa dong jalan lagi sama kamu, Tanya Irgi. Ega bingung dengan pertanyaan Irgi barusan. Boleh…….. Ga, aku cabut dulu, teman-teman sudah nunggu tuh……..

Jen, gimana nih? Ntar malam Irgi ngajak aku kencan. Kencan apaan? Jen, aku bingung bangat. Tau nggak, dia ngajak aku balikan. Nggak bisa Ga, aku nggak setuju. Tapi aku masih sayang sama dia. Dia nggak berubah Jen. Lagian kami kan belum putus. Kamu itu gila ya Ga. Irgi itu sudah ninggalin kamu, trus sekarang dia ngajak balikan lagi. Kamu itu jangan bego Ga. Tapi aku senang kalau bisa jalan lagi sama dia. Masalahnya Fery, Jen. Gimana Fery? Aku nggak ikut dalam perbuatan konyol kamu. Ya udahlah, Jen.

Jeni meninggalkan Ega. Sementara Ega masa bodoh dengan omongan Jeni. Malamnya Irga menjemput Ega. Irgi membawa Ega ketempat yang nggak kalah romantisnya dengan waktu Fery ngajak Ega. Ga, aku minta maaf. Soal apa? Aku tau, mungkin permintaan maafku ini nggak cukup buat nebus kesalahan aku sama kamu. Aku ninggalin kamu gitu aja. Waktu itu aku nggak tega mutusin kamu, makanya aku pergi ninggalin kamu. Ega terdiam, kegetiran menyelimuti perasaannya. Luka lama tertoreh kembali oleh perkataan Irgi yang mengingatkannya pada penderitaan yang ia rasakan sepeninggal Irgi darinya.

Ga, maafin aku. Sebenarnya waktu kita masih pacaran dulu, aku udah menjalin hubungan dengan cewek lain, namanya Nela. Aku mmbandingkan kamu dengan Nela, dengan tujuan ingin mencari yang terbaik diantara kalian berdua. Dengan Nela aku mendapatkan sesuatu yang nggak ku dapatkan dari kamu. Makanya aku putusin Nela menjadi pilihan hatiku. Air mata yang indah ditahan Ega dari tadi nggak bisa lagi diajak kompromi, kini mengalir di kedua pipinya.

Aku pergi dari kehidupan kamu dengan harapan aku bisa bahagia dengan Nela. Tapi kenyataannya lain, Nela nggak Cuma milik aku tapi juga milik cowok-cowok lain. Sejak itu aku putus sama dia dan setelah itu aku kesepian. Waktu itu aku sempat berpikir untuk kembali sama kamu. Tapi aku takut kamu nggak mau nerima aku. Ega mengatur nafas, tampaknya sulit untuk bicara karena isakan tangis.

Aku nggak bisa, Ir. Kenapa? Irgi terkejut dengan ucapan Ega yang nggak pernah dia duga. Aku ingin mencari kebahagiaan seperti halnya kamu dan kebahagiaan itu nggak aku dapat dari amu tapi dari orang lain. Siapa orang itu Ga? Kamu nggak perlu tau siapa dia. Tapi aku yakin Ga, kamu hanya cita sama aku. Kamu benar, Ir. Aku memang sangat cinta sama kamu, dan aku sulit untuk melupakanmu. Tapi bukan berarti aku nggak bisa ngelupain kamu. Tapi bagaimana dengan aku Ga? Pikirin aku dong! Waktu kamu ninggalin aku, kamu pernah mikir nggak dengan perasaanku. Nggak pernah kan, Ir?

Ir, sebaiknya kamu lupakan semua tentang kita. Itu semua masa lalu, dan aku rasa nggak seharusnya kamu ada disini, aku nggak mengharapkan kehadiran kamu. Pergilah, kamu harus cari cinta kamu, karena cinta kamu bukan aku.

Hei…..ngelamun terus. Tuh Fery nungguin kamu. Jen mengejutkan Ega. Nih, ada sesuatu buat kamu. Apaan? Lihat aja sendiri. Makasih ya Fer…….seharian Fery dan Ega merayakan ultahnya Ega yang ke-18. Ega mulai suka sama Fery. Ega nggak sia-sia belajar mencintai dia karena sekarang Ega memang cinta sama dia. Oya, Ga, ku lihat handphone kamu ada satu pesan. Ega meraih handphonenya. Selamat ulang tahun Ega. Tertulis Irgi di handphone itu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: