Oleh: Hendra | 30 Maret 2010

Biarkan Aku Yang Pergi

Oleh: Merianto

Dari kecil ku dan Dody memang sudah bersahabat. Persahabatan kami yang begitu erat dan seakan aku dan Dody seperti saudara.

Begitulah keadaan hubungan persahabatan kami yang begitu dalam, sebelum cinta segitiga menghancurkan persahabatan kami. Dari SD hingga SMA, aku selalu dengan sahabatku Dody. Kini aku dan Dody tengah duduk dibangku kelas 3 SMA sebangku serta sekelas.

Pada suatu hari, aku dan Dody berkeliling-keliling di sekolah kami yang begitu luas ketika asyik bergurau dengan Dody. Tiba-tiba seorang gadis yang nampak sangat tergesa-gesa menabrak aku dan Dody. Hampir-hampir saja Dody marah, sebelum dia mengetahui bahwa yang menabrak kami adalah seorang gadis. Aku dan Dody terpesona melihat kecantikkan gadis itu, sampai-sampai mata kami tidak berkedip sama sekali karena gadis yang berada di depan kami bak bidadari jatuh dari langit yang ke tujuh. Gadis itu pun heran melihat aku dan Dody berubah menjadi seperti patung hingga ia pun pergi begitu saja, tanpa menghiraukan kami lagi.

Selang beberapa hari setelah kejadian di sekolah waktu itu aku bertemu lagi dengan gadis itu di sebuah toko buku. Waktu itu aku hanya sendirian saja, karena Dody sedang mengantarkan bundanya untuk mengunjungi neneknya yang kabarnya sedang sakit.

Dengan pura-pura tidak tahu, aku pun menghampiri gadis itu dan berdiri di sampingnya serta bertingkah seperti orang yang sibuk mencari buku.

Tiba-tiba, suara yang begitu lembut menyapaku……… Ternyata si gadis cantik itu yang menyapaku, sapa’an gadis itu hampir membuat anganku melayang-layang.

Dengan sedikit grogi, aku pun menyapa balik gadis itu, kami pun sempat bercakap-cakap dan berkanalan. Ternyata, nama dari si gadis cantik itu adalah Anita. Berbeda waktu dan tempatnya, Dody pun merasakan perasaan yang begitu berdebar-debar menghadapi Anita yang sangat mempesona.

Lama-lama, aku un menjadi dekat dengan Anita selain karena telah sering ku kunjungi ke kelasnya, kami pun sering berhubungan lewat handphone.

Semenjak pertama bertemu dengan Anita, hatiku telah menata sebuah bahtera cinta, dengan harapan Anita yang mengisi bahtera cinta yang telah ku tata itu. Pada suatu hari, aku menceritakan semua perasaan yang telah ku rasakan terhadap Anita, kepada Dody. Namun ada yang tak ku duga, Dody kurang begitu menyetujui aku mencintai Anita, Dody juga sangat marah padaku karena aku pun begitu dekat dengan Anita. Namun, semua itu semula ku anggap sebagai kekhawatiran seorang sahabat yang takut kehilangan perhatian sahabatnya. Dalam hatiku, aku berkata kepada Dody, bahwa dirinya akan tetap nomor 1 walaupun nanti telah ada yang lain di hatiku yaitu Anita. Beberapa hari kemudian, aku pun memberanikan diri untuk mengungkapkan segenap perasaanku kepada Anita. Tak ku sangka, Anita membalas cintaku…. Bahagia rasanya hatiku tiada duanya.

Waktu aku menceritakan bahwa aku telah resmi berpacaran dengan Anita kepada Dody, Dody menjadi sangat marah padaku dan menyatakan bahwa aku adalah seorang penghianat dan bukanlah sahabatnya lagi, aku sungguh tak mengerti mengapa Dody seperti itu, apakah aku bersalah atau berdosa padanya bila aku mencintai dan memiliki Anita.

Baik, dalam hatiku telah membuat satu keputusan, aku akan melepaskan Anita agar Dody bahagia dan bisa memilliki Anita. Dan aku pun memutuskan untuk pergi menjauh dari kehidupan Dody dan Anita, agar mereka dapat menjalin cinta tanpa ada aku yang mengganggu.

Dalam sehelai suratku, aku mengungkapkan bahwa aku relakan semuanya demi sahabatku, walau pun semua sangatlah sukar ku lepaskan, namun dengan segenap peluh dan luka, aku mampu tersenyum untuk sahabatku.

Biarkan aku pergi, semoga kau dan Anita bahagia. Kau masih ku anggap sahabat terbaikku, walau kau telah membuang jauh aku dari hatimu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: